NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dan mengubah sampah plastik menjadi hal yang bermanfaat serta bernilai jual melalui Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 yang digelar di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, pengelolaan sampah dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
Dia menyebutkan puluhan perahu hias yang ditampilkan dalam festival tersebut merupakan hasil kreativitas dan inovasi pasukan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air dengan memanfaatkan berbagai barang bekas.
Total sebanyak 18.400 galon dan 47.000 botol plastik digunakan sebagai bahan pembuatan perahu, ditambah berbagai material bekas lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, kata Dudi, masyarakat diajak melihat bahwa sampah yang dikelola dengan baik masih memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi karya yang menarik.
Melalui karya perahu kreatif itu, sambung dia, sampah dapat diolah menjadi karya bernilai seni sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Karya ini merupakan cerminan kreativitas dan inovasi pasukan penanganan sampah badan air,” ujar Dudi.
Selain parade perahu hias, festival itu juga diisi dengan berbagai kegiatan lingkungan, di antaranya penebaran benih ikan dan penyebaran eco-enzim di Danau Sunter, edukasi pemilahan dan pengolahan sampah, serta pameran hasil daur ulang karya petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
“Pengunjung juga mendapatkan kesempatan memperoleh pupuk kompos secara gratis yang dihasilkan dari pengolahan sampah serta merasakan pengalaman menaiki perahu cinta lingkungan,” tutur Dudi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan festival tersebut merupakan upaya Pemprov DKI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Menurut dia, Festival Perahu Cilung 2026 bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan cinta lingkungan ini harus menjadi kebiasaan rutin kita. Melalui festival ini, kita ingin menggugah dan meningkatkan semangat masyarakat bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Uus.
Lebih lanjut, dia menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Maka dari itu, Pemprov DKI terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui penerapan pola pilah, angkut, dan olah sebagaimana tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
“Pemilahan sampah harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama. Kita harus mulai mengurangi sampah dari rumah, memilahnya dengan benar, dan memastikan sampah tidak mencemari lingkungan, terutama sungai dan danau,” pungkas Uus.