NADIKABAR.COM — Luthfi mengatakan penghargaan tersebut sebagai bukti kolaborasi yang dilakukan di Jawa Tengah mampu mengendalikan harga bahan pokok penting sekaligus menjaga daya beli masyarakat, sehingga inflasi tetap stabil.
Adapun inflasi Jawa Tengah pada Agustus 2026 tercatat 3,08% (YoY), sementara inflasi nasional sebesar 3,19%.
"Kita punya BUMD yang melakukan intervensi kebutuhan bahan pokok penting di seluruh kabupaten/kota, di samping intervensi yang dilakukan oleh dinas-dinas, Bank Indonesia (BI) Jateng, dan stakeholder terkait lainnya. Sehingga ketersediaan dan keterjangkauan terus terjaga," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan data tahun 2025, luas panen padi mencapai 1,67 juta hektare, meningkat sekitar 120 ribu hektare atau 7,73% dibandingkan tahun 2024, dengan produksi gabah kering giling sekitar 9,3 juta ton. Jika dikonversikan menjadi beras, totalnya sekitar 5,35 juta ton. Produksi ini berkontribusi 15,6% terhadap kebutuhan pangan nasional.
Produksi jagung juga meningkat 13,37%, dari sekitar 2,43 juta ton menjadi 2,75 juta ton, dan menjadi peningkatan produksi terbesar di antara provinsi di Pulau Jawa.
Untuk menjaga inflasi, penguatan produksi pangan tersebut juga dilakukan intervensi dari hulu sampai hilir. Apalagi Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung pangan nasional.