Intervensi dari sisi hulu dilakukan melalui perbaikan 108 daerah irigasi, penyediaan 5.400 pompa, penanganan banjir di 60 titik, penguatan pola tanam, sarana produksi, corporate farming, ketersediaan benih, dan pengendalian hama.
Selain itu, Jawa Tengah juga memperkuat komoditas cabai, yang selama ini sensitif terhadap inflasi melalui program New Champion. Program ini dilakukan di lahan seluas 50 hektare di tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Temanggung, Wonosobo, Cilacap, Blora, Batang, dan Boyolali.
Jateng juga mendorong dukungan greenhouse melalui CSR perusahaan dan membangun komitmen champion petani untuk periode Oktober-Desember 2026, dengan target produksi sekitar 54.500 kilogram.
Sementara di sisi hilir dilakukan dengan penguatan rantai pasok melalui supply chain champion, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 1.053 kali, penguatan 368 kios pangan, dan penguatan BUMD sebagai off taker (pembeli) komoditas strategis.
Kemudian ada kerja sama dengan Lampung, NTB, Jawa Timur, Maluku Utara, dan daerah lainnya. Termasuk menjaga keterjangkauan harga melalui subsidi pangan untuk produsen dan konsumen senilai Rp5,135 miliar serta pemanfaatan e-Purchasing untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah.
Di samping itu, P2DD juga berperan dalam digitalisasi transaksi dan penguatan tata kelola ekonomi daerah. Melalui digitalisasi semua dapat dikelola secara efisien dan dapat dipantau secara real-time.