NADIKABAR.COM — Pemerintah Proovinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa program gentengisasi akan diluncurkan pada akhir November 2026, dengan kebutuhan awal diperkirakan mencapai sekitar 1,1 juta keping genteng.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu, meminta pelaksanaan gentengisasi disesuaikan dengan kesiapan produksi, distribusi, dan pembiayaan agar tidak membebani daerah.

Saat ini, Pemprov Jateng mulai mematangkan pelaksanaan program gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Program gentengisasi tidak hanya diarahkan untuk mendukung program perumahan, tetapi juga menjadi peluang meningkatkan kualitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) genteng lokal Jateng.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng July Emmy mengatakan bahwa meningkatnya kebutuhan genteng dari berbagai program pemerintah berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.