"Kalau potensi ekonomi, pasti ini akan memberikan 'multiplier effect'. Mulai dari UKM-nya sendiri, kemudian angkutan, hingga toko-tokonya, semua bergerak," katanya.

Peluang pasar genteng lokal terbilang besar, seperti pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2025 tercatat sebanyak 3.257 dari 7.532 unit rumah menggunakan genteng sebagai penutup atap.

Adapun untuk Program Bedah Rumah 2026, kebutuhan genteng diperkirakan mencapai sekitar 4,7 juta keping.

Berdasarkan identifikasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, terdapat 21 produsen atau unit usaha genteng tanah liat di delapan kabupaten.

Yaitu Banyumas, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang.