NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) siap menyambut ribuan peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional XXXI tahun 2026. Berikut sederet persiapan Pemprov Jateng sebagai tuan rumah acara tersebut.

Event tersebut berlangsung di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Jateng, Iwanuddin Iskandar, mengatakan persiapan terus dikawal bersama untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar.

Adapun pengawalannya berupa kesiapan venue, layanan kafilah, transportasi, kesehatan, maupun kebutuhan lainnya yang diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah.

Lima dari 12 lokasi musabaqah masih dalam proses penyelesaian. Termasuk venue utama di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

"Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi venue utama," kata Iwan seperti dalam keterangan tertulis yang diterima NadiKabar, Selasa (1/9/2026).

Iwan menjelaskan, pihak ketiga sebagai penyedia telah bekerja maksimal sesuai jadwal yang ditetapkan. Menurutnya, kesiapan venue menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian karena musabaqah bakal berlangsung di sejumlah lokasi.

Selain Simpang Lima, lokasi utama mencakup Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, dan sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip).

Iwan mengatakan, hasil koordinasi tim penghubung atau Liaison Officer (LO) dengan 38 provinsi memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan official akan datang ke Jawa Tengah. Mereka kemungkinan datang dengan pendamping dan rombongan lainnya, sehingga jumlah yang terlibat dalam rangkaian MTQN diperkirakan mencapai 7.000 orang.

Untuk melayani tamu, Iwan menerangkan, pihaknya menggandeng berbagai stakeholder seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim penghubung, dan lainnya.

Pelayanan kafilah diperkuat dengan melibatkan 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jateng sebagai tim penghubung. Mereka akan mendampingi kafilah sejak kedatangan, selama mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kepulangan.

Selanjutnya, panitia menyiapkan 15 unit bus berkapasitas 50 penumpang, lima unit truk box, 63 unit Toyota Hiace, dan 76 unit Innova Reborn. Armada tersebut akan digunakan untuk penjemputan, pengantaran, serta mobilitas kafilah, dewan hakim, panitera, dan panitia selama musabaqah.

Layanan kesehatan juga bersiaga selama 24 jam dari awal hingga akhir MTQ. Tim kesehatan akan ditempatkan di lokasi registrasi, venue utama, venue musabaqah, pameran, sekretariat, serta hotel penginapan kafilah.

Rumah sakit rujukan juga telah disiapkan, termasuk RSUP Dr. Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS KRMT Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, RSUD Dr. Adhyatma, dan MPH Tugurejo.

Ada pula kegiatan pendukung berupa pameran MTQ di kawasan eks EPlaza/Gama Plaza dengan menghadirkan 150 booth yang akan diikuti kementerian/lembaga, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM Jawa Tengah. Selain itu, diselenggarakan pawai ta'aruf yang dijadwalkan pada 12 September 2026.

Selain itu juga akan digelar pula seminar internasional bertema moderasi beragama di kampus Universitas Negeri Semarang, Dugderan di Masjid Agung Semarang Kauman, Festival Rebana, Festival Kaligrafi, expo dan pameran produk, serta job fair.

Iwan berharap seluruh persiapan tidak hanya memastikan event MTQ berlangsung lancar, tetapi juga memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta, selama berada di Jawa Tengah.

"Kepada seluruh peserta, kepada seluruh provinsi se-Indonesia, kami melayani dengan sepenuh hati, dan kami juga memohon kepada pemerintah pusat untuk memberikan kontribusi yang terbaik pada MTQ Nasional XXXI, sehingga Jateng yang menjadi tuan rumah akan selalu di hati para peserta," harapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menekankan agar pelaksanaan MTQ Nasional tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga harus memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan perekonomian daerah. Dengan demikian, sejumlah sektor pendukung turut dipersiapkan, termasuk pariwisata ramah Muslim dan keterlibatan pelaku UMKM.

Salah satunya adalah city tour bagi para kafilah untuk mengenal sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah.

"Harapannya masyarakat ini bisa mengunjunginya, para kafilah bisa di sana, bisa ada city tour untuk mempromosikan pariwisata-pariwisata kita," kata Taj Yasin.