Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 12 kabupaten dan pemerintah provinsi untuk mendukung penanganan karhutla, sedangkan Pemerintah Kota Banjarmasin juga baru menerima bantuan di tahap kedua senilai Rp20 miliar guna mendukung upaya penanggulangan kebakaran di wilayahnya.
Dengan diterimanya bantuan oleh seluruh kabupaten dan kota di Kalsel, dukungan pendanaan penanganan karhutla telah menjangkau seluruh daerah, sementara optimalisasi delapan armada udara menjadi salah satu upaya mendukung operasi pemadaman dan modifikasi cuaca.
Hingga 27 Oktober 2026, BPBD Kalsel mencatat karhutla di Kalsel mencapai sekitar 5.000 kejadian dengan perkiraan luas lahan terdampak mencapai 28.000 hektare, dengan Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni sekitar 8.000 hektare.