NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengoptimalkan delapan armada udara terdiri atas tiga pesawat dan lima helikopter untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan prioritas yang mencakup pusat pemerintahan dan fasilitas vital lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ronny Eka Saputera di Banjarmasin, Selasa, mengatakan penanganan karhutla difokuskan pada wilayah Ring 1 yang meliputi Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan sebagian Tanah Laut karena kawasan tersebut memiliki fasilitas strategis yang menunjang aktivitas masyarakat serta operasi penanganan bencana.

β€œPengamanan bandara dari ancaman kabut asap menjadi prioritas karena gangguan operasional fasilitas tersebut dapat menghambat dukungan satuan udara, termasuk pelaksanaan pengeboman air atau water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanggulangan karhutla,” ujarnya.

Dari delapan armada udara tersebut, tiga pesawat mendukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sekaligus melakukan penebaran dry ice atau es kering sebagai bagian dari upaya pembentukan awan untuk mendukung operasi hujan buatan guna membantu penanganan karhutla.

Sementara itu, lima helikopter melengkapi dukungan armada udara dalam operasi penanganan karhutla, dengan pemanfaatan armada disesuaikan kebutuhan di lapangan untuk membantu pemadaman serta mendukung pengendalian kebakaran di wilayah terdampak.

Pemprov Kalsel telah menerima bantuan Presiden melalui pemerintah pusat dalam dua tahap, yakni Rp100 miliar pada tahap pertama dan Rp80 miliar pada tahap kedua, sehingga total bantuan yang diterima pemerintah provinsi mencapai Rp180 miliar.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 12 kabupaten dan pemerintah provinsi untuk mendukung penanganan karhutla, sedangkan Pemerintah Kota Banjarmasin juga baru menerima bantuan di tahap kedua senilai Rp20 miliar guna mendukung upaya penanggulangan kebakaran di wilayahnya.

Dengan diterimanya bantuan oleh seluruh kabupaten dan kota di Kalsel, dukungan pendanaan penanganan karhutla telah menjangkau seluruh daerah, sementara optimalisasi delapan armada udara menjadi salah satu upaya mendukung operasi pemadaman dan modifikasi cuaca.

Hingga 27 Oktober 2026, BPBD Kalsel mencatat karhutla di Kalsel mencapai sekitar 5.000 kejadian dengan perkiraan luas lahan terdampak mencapai 28.000 hektare, dengan Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni sekitar 8.000 hektare.