NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong hilirisasi riset menjadi produk unggulan, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda NTB Fathul Gani saat membacakan sambutan Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu M Iqbal di Universitas Mataram (Unram), Mataram, NTB, Kamis.
Dia menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan terpadu Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) di Universitas Mataram, yang mengusung tema "Sinergi Bergerak, Inovasi Berdampak".
Kegiatan yang digelar tersebut dinilai sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, dan pelaku usaha.
Menurut Fathul, kehadiran Badan POM di daerah tidak hanya penting dalam memastikan produk yang beredar aman dan bermutu, tetapi juga strategis dalam memberikan pendampingan dan membuka akses bagi pelaku usaha, peneliti, serta generasi muda untuk memahami regulasi.
"Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik kehadiran Badan POM. Ini bukan sekadar pengawasan, tetapi juga pendampingan agar pelaku usaha, peneliti dan generasi muda kita bisa mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Fathul.
Fathul menegaskan Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan, mulai dari sumber daya alam, kekayaan hayati, pengetahuan lokal, hingga sumber daya manusia yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk obat bahan alam dan kosmetik.
Karena itu, Pemprov NTB menyambut baik pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Regulasi Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik bagi mahasiswa yang menjadi rangkaian utama kegiatan tersebut.Mahasiswa, kata dia, merupakan calon peneliti, tenaga profesional, inovator, dan pelaku usaha masa depan.
Pemahaman mengenai regulasi, menurutnya, tidak boleh baru dimulai ketika produk akan dipasarkan.