Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan kunjungan ke NTB menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat koordinasi pengendalian inflasi.

Ia menegaskan pengendalian inflasi tidak cukup hanya berorientasi pada angka statistik, tetapi juga harus memperhatikan ketersediaan barang, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta keberlangsungan usaha petani dan peternak.

Sepanjang 2025, Jawa Barat mencatatkan nilai realisasi investasi sebesar Rp300 triliun. Pengalaman itu menjadi bahan pertukaran pengetahuan bagi NTB dalam memperkuat iklim investasi dan mengembangkan perekonomian daerah.

Erwan ingin kesepakatan kedua provinsi ditindaklanjuti melalui program yang jelas dan terukur, terutama dalam memperkuat rantai pasok komoditas strategis.

"Kerja sama yang dibangun harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret dan terukur. Bukan berhenti pada dokumen kesepakatan semata atau sekadar MoU, tapi kita bisa berlanjut ke penguatan komoditas strategis lainnya," pungkas dia.