NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pasca-kebakaran pada 22 Agustus 2026 tuntas akhir tahun ini.Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Lalu Mohamad Faozal mengatakan pemerintah berharap seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan pada akhir Desember 2026 melalui kerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat."Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga. Karena itu seluruh dukungan harus dikelola secara terpadu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Faozal di Mataram, Minggu.Sejak kebakaran terjadi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri bergerak mengoordinasikan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak. Upaya tersebut kemudian berlanjut pada tahap rekonstruksi dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Untuk memperkuat koordinasi Pemprov NTB membentuk Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026 tanggal 26 Agustus 2026.
"Berdasarkan pembaruan lapangan per 15 Oktober 2026, sekitar 45 rumah adat telah mulai dibangun secara bertahap melalui gotong royong masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan fasilitas bersama juga menjadi bagian dari perkembangan rekonstruksi, termasuk masjid dan museum. Namun, pekerjaan masih berlangsung dan kebutuhan lanjutan tetap perlu dipetakan sesuai kondisi setiap bangunan dan keluarga terdampak," kata Faozal.Ia mengatakan dukungan pemerintah pusat turut memperkuat proses rekonstruksi. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memberikan perhatian terhadap rekonstruksi rumah adat dan penataan kawasan, sedangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung pemulihan penghidupan masyarakat melalui bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM, perajin tenun, dan perajin non-tenun.
Sejumlah perusahaan, lembaga, komunitas, perguruan tinggi, dan donatur turut berkontribusi melalui dukungan pembangunan, peralatan rekonstruksi, bantuan sosial, serta pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat."Semangat gotong royong yang tumbuh di Sade adalah modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal kebutuhan rekonstruksi. Harapan kita pada akhir Desember 2026 seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan sehingga masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman, kegiatan ekonomi pulih, dan identitas budaya Sade tetap lestari," katanya.