Menurut Lakonai, kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat maupun rute transportasi udara karena jarak pandang (visibilitas) tidak sesuai standar keamanan penerbangan.

Pemerintah kabupaten seperti Kaimana dan Manokwari juga telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh menggantikan kegiatan tatap muka di sekolah sebagai respon untuk mencegah peserta didik terpapar infeksi saluran pernapasan.

β€œKaimana sudah sejak Jumat pekan lalu, dan diikuti Manokwari yang menerapkan sekolah daring. Rute penerbangan juga terganggu karena kabut asap,” ucap Lakotani.

Berdasarkan data pada aplikasi SiPongi+ (Sistem Pemantauan Karhutla) Kementerian Kehutanan, terdapat 199 titik panas pada 1-6 Oktober 2026 yang tersebar di Kaimana 99 titik, Fakfak 76 titik, Teluk Bintuni 15 titik, dan Pegunungan Arfak 3 titik.

Citra Himawari-9 BMKG mencatat angin timuran membawa asap karhutla dari Provinsi Papua Selatan dan transboundary hase Papua Nugini hingga ke wilayah Manokwari, ditambah asap karhutal di Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni.