BMKG juga memprediksi kualitas udara di Kaimana dan Teluk Bintuni berada pada kategori sangat tidak sehat selama tiga hari, yakni 7-9 Oktober 2026 berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.
Kategori sangat tidak sehat menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran 150,5-250,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), jauh melampaui nilai ambang batas PM2.5 selama 24 jam sebesar 55 µg/m³.
Selain Kaimana dan Teluk Bintuni, kualitas udara di Teluk Wondama pada 7 Oktober 2026 berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 55,5-150,4 µg/m³, kemudian memburuk menjadi sangat tidak sehat pada 8-9 Oktober.
Sementara kualitas udara di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak diprediksi konsisten berada pada kategori sedang selama 7-9 Oktober 2026 dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 15,6-55,4 µg/m³.
Dengan demikian, dari tujuh kabupaten di Papua Barat, Kaimana, dan Teluk Bintuni mengalami kualitas udara sangat tidak sehat selama tiga hari, sedangkan Teluk Wondama dan Fakfak mengalami perubahan kategori.