Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, kata Fariz, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke bagian Program Strategis Daerah (PSD).

Melalui PSD, Pemprov Sumut membangun kawasan pertanian terpadu untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, rumah produksi kelapa, dan kopi.

"Intervensi dipusatkan satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani, dilengkapi paket bantuan penuh, dan kemitraan BUMD sebagai off taker (pembeli tetap)," jelas dia.

Menurutnya, program tersebut telah berjalan dan menunjukkan sejumlah capaian positif, di antaranya tanaman padi terdiri atas 10 kawasan dengan luas total 300 hektare.

"Panen padi telah berlangsung, di antaranya 44,5 hektare dengan produksi mencapai 327,95 ton," ungkap Fariz.

Sementara itu, tanaman jagung mencakup 13 kawasan dengan luas 260 hektare, dan panen jagung telah dilakukan di antaranya 43 hektare dengan produksi mencapai 345,6 ton.

Cabai merah terdiri dari 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan di antaranya seluas 24 hektare sudah panen dengan produksi 264 ton.