NADIKABAR.COM — Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional di tengah dominasi tenaga kerja usia senior pada sektor tersebut.
Maka dari itu, keterlibatan generasi muda di tengah perkembangan teknologi sangat dibutuhkan untuk melahirkan pelaku pertanian yang terampil, inovatif, serta mampu mengelola usaha secara modern.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian melalui berbagai program. Upaya tersebut diarahkan untuk menyiapkan generasi penerus sekaligus meningkatkan produksi pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda memanfaatkan dukungan pemerintah untuk mengembangkan usaha pertanian. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan bantuan sarana produksi hingga pembiayaan bagi anak muda yang ingin menekuni sektor tersebut.
"Teman-teman yang masih muda, kalau ada orang tua, sepupu, atau keluarga yang punya lahan, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Silakan anak muda gunakan kesempatan ini. Negara sudah menyiapkan anggaran untuk membantu," ujar Amran beberapa waktu lalu.
Selain tanaman pangan, Amran menilai sejumlah komoditas perkebunan, seperti kakao, kelapa, kopi, lada, dan pala, memiliki potensi untuk dikembangkan oleh generasi muda dengan dukungan pemerintah.
"Silakan tanam kakao, kelapa, kopi, lada, pala, atau komoditas lainnya. Anggarannya sudah ada, biaya tanam hingga pengelolaan disiapkan negara. Anak muda silakan manfaatkan momentum ini," tambahnya.
Selain dukungan sarana produksi, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk mempercepat regenerasi petani.
Kementan mendorong anak muda tidak hanya memandang pertanian sebagai kegiatan budidaya, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara profesional.
Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan meluncurkan dan menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan, pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung mengembangkan sektor pertanian, termasuk melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi.