NADIKABAR.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran generasi muda dalam menentukan masa depan pertanian Indonesia.

Sebagai negara agraris, Indonesia membutuhkan kehadiran pemuda yang tidak hanya mampu mengolah lahan, tetapi juga membawa inovasi, menciptakan nilai tambah, dan menjadikan pertanian sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

Jika pada 1928 para pemuda menyatukan tekad untuk membangun bangsa, hampir satu abad kemudian semangat tersebut menemukan relevansinya dalam perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan.

Tantangan generasi muda kini bukan semata menjaga persatuan, melainkan juga memastikan tanah pertanian tetap produktif, pangan tersedia, dan kehidupan petani semakin sejahtera.