NADIKABAR.COM — Realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) guna penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Aceh menyentuh angka Rp 498,25 miliar per Jumat (25/9). Angka tersebut setara 30,16 persen dari total pagu Rp 1,652 triliun.

Penyerapan anggaran ini terus didorong secara maksimal agar proses pemulihan infrastruktur pascabencana bisa segera dirasakan masyarakat.

Dalam sepekan terakhir, realisasi terpantau bertambah Rp41,16 miliar atau naik 2,49 poin persentase dibandingkan posisi 18 September 2026. Pada periode sebelumnya tersebut, catatan realisasi baru berada di angka Rp457,08 miliar atau 27,67 persen dari pagu awal.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menyampaikan peningkatan ini ditopang oleh akselerasi belanja di tingkat kabupaten/kota maupun satuan kerja perangkat daerah. Seluruh perkembangan penyerapan anggaran ini rutin dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

"Seluruh perkembangan penanganan pascabencana wajib dibuka secara terang benderang ke hadapan publik, termasuk transparansi pergerakan rupiah anggarannya," kata Nurlis pada keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

Keterbukaan informasi secara berkala ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja nyata satuan tugas di lapangan.