Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, mengatakan fenomena kemunculan makan kuno di WGM ini merupakan fenomena tahunan saat musim kemarau.

"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," kata Soemardjono, saat dihubungi awak media, Rabu (9/9/2026).

Dia mengatakan, biasanya makan kuno itu sudah mulai terlihat pada bulan Agustus. Namun tahun ini, baru terjadi pada bulan September.

"Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," pungkasnya.

Salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Wuryantoro, Suparso (77), mengatakan makam itu dulunya berada di Dukuh Sentono, Desa Ngungkingsari. Meski ada makam bersajarah milik Eyang Raden Santri, namun komplek pemakaman itu merupakan makam umum bagi warga Sentono.