"Dulunya itu makam kampung, tapi terkenalnya, sesepuhnya, namanya Eyang Raden Santri. Lalu makam itu juga makam keluarganya, anak cucu, dan juga jadi makam umum," kata Suparso kepada awak media, Rabu (9/9).

Diketahui pembangunan WGM ini menenggelamkan sebanyak 51 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, pada tahun 1974-1981. Proyek itu juga merelokasi warga dan makam di kampung Sentono.

Suparso mengatakan, warga kampung pindah ke Jambi. Sementara makam-makam dipindah di daerah Balat Kantor Kelurahan Wuryantoro.

"Nisannya (yang lama) dibuang, disana (makam yang baru) dibuat nisan yang baru yang lebih bagus. Termasuk Eyang Raden Santri yang kerangkanya juga dipindah. Kalau makan yang itu (di WGM) sudah suwung (kosong), sudah dipindah semua," pungkasnya.