Ia juga menilai ⁠⁠anak yang minim menggunakan media sosial tetap bisa terhubung dengan teman-temannya. Hal tersebut bergantung pada keterampilan sosial yang bisa dikembangkan melalui interaksi secara langsung.

“Kuncinya terletak pada keterampilan sosial yang dapat dilatih dengan sering berinteraksi sosial langsung, jadi anak tetap terpapar informasi relevan dalam pergaulannya dan didampingi untuk mengatasi isu-isu sosial oleh orangtua, gimana mengatasi konflik, gimana membangun percakapan,” ujar Samanta.

Menurut Samanta, menumbuhkan kesadaran anak tentang pembatasan media sosial perlu dilakukan orang tua melalui koneksi bukan hanya aturan melainkan pemahaman.

Ia menekankan bahwa orang tua perlu membangun koneksi dengan anak sekaligus memberikan penjelasan mengenai alasan pembatasan, potensi bahaya media sosial, dan pentingnya kemampuan mengendalikan diri.