“Kenapa menahan diri itu penting supaya tidak terpengaruh, memang bahayanya apa, tanpa koneksi yang hangat dengan orang tua, anak akan mampu curi-curi kesempatan diam-diam punya media sosial atau mengaksesnya dari gawai milik teman,” tutur dia.
Sebelumnya, kesehatan jiwa generasi muda yang semakin terancam terutama menghadapi ruang digital menjadi tantangan besar. Laporan APJII 2026 mencatat penetrasi internet telah mencapai lebih dari 80 persen populasi, dengan dominasi generasi muda.
Kementerian Kesehatan menyebutkan dari 71 juta penduduk diperiksa dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Oktober, gejala depresi dan kecemasan pada anak sekolah dan remaja tercatat lebih dari empat kali lipat dibandingkan kelompok dewasa dan lansia.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, Senin (19/10) mengatakan ada lebih dari 380 ribu anak dengan indikasi depresi dan hampir 380 ribu dengan indikasi kecemasan.