Sejatinya, tantangan dalam dunia pendidikan cukup beragam. Biaya hanya salah satu masalah. Keragaman tantangan itu pun sudah menjadi pengetahuan Bersama. Karena beragam tantangan itulah ekosistem pendidikan di Indonesia dinilai belum ideal. Tantangannya meliputi peningkatan kualitas belajar, kekurangan jumlah guru dan distribusi guru yang tidak merata, serta kesenjangan infrastruktur. Sekadar contoh, jumlah sekolah rusak per 2026 mencapai 196.022 satuan Pendidikan. Data resmi tahun ini juga menyebutkan bahwa masih sekitar 4,1 juta anak usia sekolah tidak atau belum bersekolah. Maka, selain menyoal aspek anggaran pendidikan gratis, beragam masalah riel itu hendaknya mendapat perhatian khusus untuk segera diatasi secara bertahap.
Sebelum Presiden Prabowo menginisiasi pendidikan gratis, dunia pendidikan sejatinya sudah ditantang untuk ikut mewujudkan target Indonesia Emas 2045 dengan menghadirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan punya kompetensi untuk menghadapi tantangan pada era 2040-an itu. Pada era itu, sekitar 70 persen penduduk Indonesia dalam usia produktif. Maka, dunia pendidikan nasional ditantang untuk menjadikan bonus demografi pada era 2040-an itu sebagai keunggulan yang produktif dan inovatif.
Dengan inisiatif pendidikan gratis oleh Presiden Prabowo, semakin terbuka peluang bagi dunia pendidikan Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan. Persoalannya bukan bisa atau tidak bisa, melainkan keberanian untuk menghadapi dan mengatasi setiap tantangan. Sejumlah negara sudah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan gratis bagi anak dan remaja usia sekolah. Sebutlah Finlandia, Jerman, Norwegia, Denmark, Prancis, Filipina, Slovenia, Islandia, Bulgaria, Belgia hingga Austria.
Tantangan yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian adalah tenaga pengajar atau guru. Indonesia tak hanya kekurangan jumlah guru. Tetapi komunitas guru juga butuh perlakuan bijaksana dari negara, utamanya pada aspek kesejahteraan dan aspek status kepegawaian para guru. Fakta kekurangan jumlah guru Kembali dibahas Komisi X DPR RI dalam rapat kerja dengan Mendikdasmen pada Selasa (22/9). Indonesia kekurangan 464.856 guru dan kekosongan guru mencapai 224.545 orang.