Dalam forum itu, diungkapkan pula bahwa dari data satu juta lebih sarjana yang masih menganggur, sebanyak 7,1 persennya atau 71.000 di antaranya adalah lulusan dari program studi (prodi) pendidikan. Artinya, di tengah kekurangan tenaga guru, sebanyak 71.000 potensi tenaga guru belum diberi kesempatan. Bersyukur bahwa perbaikan status kepegawaian guru terus dibahas pemerintah dan DPR. Pada waktunya nanti, pemerintah dan DPR juga diharapkan memberi perhatian pada perbaikan kesejahteraan komunitas guru.

Selain aspek status kepegawaian dan kesejahteraan, tantangan komunitas guru era terkini adalah membarui atau meningkatkan kompetensi mengajar. Pembaruan dan peningkatan kompetensi itu menjadi keharusan karena kegiatan belajar-mengajar saat ini sudah mengadopsi teknologi informasi, komunikasi serta media digital interaktif. Berkat pemanfaatan teknologi terkini seperti zoom dan video conference misalnya, ada opsi yang memungkinkan kegiatan belajar-mengajar tidak lagi harus dilakukan di dalam kelas. Aktivitas belajar-mengajar tetap bisa dilaksanakan kendati guru dan murid terpisahkan oleh jarak. Masyarakat kini sudah mengenal pola pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kecenderungan itu menumbuhkan tuntutan agar guru pun paham dan menguasai teknologi digital, agar proses belajar mengajar lebih interaktif, efisien dan sesuai dengan pola hidup peserta didik masa kini. Pemanfaatan teknologi digital juga membuka akses untuk mendapatkan materi pelajaran dari banyak sumber di seluruh dunia dengan lebih cepat. Inilah tantangan yang sedang dihadapi dan harus direspons komunitas guru. Di tengah rendahnya literasi digital di Indonesia, Pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi komunitas guru dengan memberi akses untuk belajar dan mengadopsi teknologi informasi, komunikasi serta media digital interaktif.

Kementerian Komunikasi dan Digital sedang menjalankan program Digital Talent Scholarship (DTS). Program DTS ini relevan dengan tuntutan meningkatkan kompetensi komunitas guru era terkini. Tentu menjadi sangat ideal jika program pendidikan atau pelatihan talenta digital juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunitas guru agar program pendidikan gratis dapat memberi nilai tambah yang signifikan.Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi II| DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan)