Pendidikan bertujuan menciptakan peluang bagi warga negara, bukan hanya agar mampu menaiki tangga mobilitas sosial, tetapi individu-individu yang berkemampuan dan berperan dalam memperjuangkan ketidakadilan, kebodohan dan ketidaksetaraan yang akhirnya menciptakan dunia yang damai dan lebih baik.

Pendidikan seharusnya memampukan mereka untuk mengubah tantangan menjadi kesempatan, menukar ketidakpastian menjadi resiko yang dapat diukur dan berperan aktif dalam perubahan sosial. Pendidikan juga seharusnya dapat melahirkan momen-momen keberuntungan tak terduga (serendipity) yang dapat ditangkap oleh individu yang memang belajar dan berusaha dengan sungguh-sungguh.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) didirikan dengan semangat perjuangan melawan kebodohan dan ketidakadilan dengan cara menciptakan kelompok masyarakat berintelektual tinggi yang dapat menjadi agen perubahan dimanapun ia berada. Pola pendidikan yang diterapkan di SMA KTB tergolong pendidikan yang tidak biasa. Siswa diajarkan dan ditanamkan pendidikan karakter yang tidak hanya diperlukan untuk bersaing di tingkat nasional dan global.

Pendidikan asrama di SMA KTB yang disebut sebagai Program Kebhayangkaran teriinspirasi oleh nilai-nilai Bhayangkara yang mengajarkan siswa untuk menjadi pengayom, pembela dan pejuang bagi diri mereka sendiri dan sesamanya. Pengasuhan yang menjadi salah satu program utama dalam program kebhayangkaraan dilakukan oleh perwira-perwira polisi terpilih dan terseleksi dengan ketat dan dari berbagai tingkatan.

Program ini memberikan para siswa pengalaman pengasuhan yang belum tentu dapat mereka terima di keluarga atau oleh masyarakat sekalipun. Pendidikan karakter di SMA KTB dilakukan dengan ketegasan namun penuh kasih sayang dan dibarengi dengan pembelajaran dan logika. Tidak ada hukuman fisik apabila siswa melanggar peraturan, yang ada para siswa diberikan ruang untuk refleksi, berpikir dan merestitusi tindakannya.

Kedisiplinan dan ketegasan sebagai bagian dalam pembinaan karakter memampukan siswa untuk menjadi sosok yang mawas diri, memiliki kepercayaan diri namun juga kerendahan hati dan empati yang diperlukan sebagai calon pemimpin saat ini dan di masa depan.