Pendidikan asrama di SMA KTB, sejalan dengan program akademik yang memadukan kurikulum nasional dan Internasional Baccalaureate Diploma Program. Kurikulum nasional yang dalam era sebelumnya kerap menyebutkan sebagai kurikulum yang memerdekakan yang kemudian diperjelas oleh Kurikulum Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), sejalan dengan kurikulum IBDP yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis, kreatif dan anti status quo.

Siswa tidak hanya difasilitasi untuk memahami fenomena alam dan sosial kemudian menuangkan pemahamanya dalam kertas ujian namun juga ditantang untuk berpikir kritis dan kreatif dan menawarkan solusi dalam bentuk proyek penelitian berbasis disiplin akademik. Siswa juga diajarkan untuk tidak semata memandang ilmu pengetahuan sebagai benda mati yang tidak dapat diubah dan dikritisi.

Ilmu pengetahuan dilihat sebagai konstruksi sosial yang mana pemahaman akan kebenaran mutlak (absolute truth) harus dapat dipisahkan dari konteks sosial bagaimana ilmu pengetahuan tersebut diproduksi, disebarkan dan diterapkan. Kepedulian sosial dalam bentuk advokasi dan pelayanan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kurikulum sekolah.

Pelayanan sosial tidak hanya dijadikan sebagai syarat kelulusan namun diajarkan sebagai sarana mengembangkan keahlian abad 21 antara lain kemampuan manajemen diri, komunikasi dan kolaborasi. Pelayanan sosial diajarkan dengan semangat dan memandang bahwa masyarakat luas adalah mitra yang memiliki kemampuan bersama mereka untuk menciptakan dunia yang damai dan lebih baik.

Pendidikan sebagaimana yang dijalankan di SMA KTB patut dijadikan bahan percontohan yang mungkin dapat dijalankan secara luas di negeri ini. Pendidikan yang tidak hanya mengandalkan fasilitas mewah ala sekolah-sekolah internasional yang modern dan mentereng. Namun pendidikan yang memanusiakan siswanya dan menjadikannya individu yang lebih baik dari hari ke hari.

Programnya tidak harus langsung sempurna, namun semangatnya adalah semangat senantiasa memperbaiki diri sendiri melalui refleksi kritis dan semangat perbaikanberkelanjutan. Kita memiliki peluang menjadi bangsa yang besar, apabila kita mampu menjadikan warga negara yang tidak hanya cerdas dan berkeahlian tinggi namun juga generasi yang hidup dimana ketidakadilan, ketidaksetaraan kebodohan dapat dihapuskan. Namun kita berpacu dengan waktu. Harapan kita ada pada generasi penerus bangsa ini.