Berdasarkan uji di stasiun seismograf Teknik Geofisika Kampus Jatinangor dengan menyandingkannya bersama alat dari luar negeri, Geolini berhasil menunjukkan rekaman gelombang gempa yang konsisten dan setara dengan merek asing.
Saat ditempatkan di Jatinangor, Geolini berhasil menangkap sinyal gempa yang berpusat jauh di Filipina. Zulfakriza menjelaskan, berdasarkan bukti data yang ia tunjukkan, seismogram menangkap dua fase vital gempa, yakni gelombang primer (P) yang tiba lebih awal dari gelombang sekunder (S).
"Terlihat bahwa konsistensi rekaman pas kejadian gempa, fase gelombang P dan fase gelombang S untuk alat yang kita kembangkan, Geolini, dan brand yang lain itu konsisten merekam," kata Zulfakriza.
Inovator Geolini, Dr Ir Zulfakriza dan Prof Dr Sc Ir Andri Dian Nugraha, S Si, M Si i bekerja sama dengan mahasiswa Teknik Geofisika ITB Aditya Lesmana (S3) dan Piero Epan (S1). Keduanya berperan dalam pengambilan data lapangan dan pemasangan stasiun seismik temporer.
Mahasiswa Teknik Geofisika ITB lainnya, Fera Gusyifa (S2) dan Colin Seima (S1) sementara itu berperan sebagai tim analis, menjalankan fungsi kontrol kualitas (QC) dan penyiapan data.