"Peran kami adalah melakukan QC terhadap data yang diambil dari lapangan untuk selanjutnya diolah agar kita bisa melihat hasilnya seperti apa," kata Fera.

Para pengembang Geolini mengatakan, seismometer digital tiga komponen buatan dalam negeri ini juga dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan RI terhadap instrumen pemantauan gempa impor dalam pengambilan data.

Keandalan Geolini V.2 menurutnya telah teruji dengan instrumen standar industri, digunakan di lapangan panas bumi dan eksplorasi migas.

"Selama ini kita menggunakan produk-produk luar negeri. Sehingga kami mencoba untuk mengembangkan seismometer produk dalam negeri untuk kemandirian teknologi," kata Zulfakriza.

Prof Andri Dian mengatakan, pengembangan Geolini sudah mencapai tahap siap produksi massal. Seismometer ini juga sudah mulai dipasarkan melalui platform Ganesa Connection.