NADIKABAR.COM — Sebuah tim peneliti telah mengembangkan teknologi sederhana dan berbiaya rendah untuk mendeteksi penyakit jantung rematik lebih awal, demikian pernyataan Universitas Ben-Gurion Negev sebagaimana warta Xinhua pada Jumat (16/10).

Para peneliti mengatakan bahwa metode baru tersebut, yang dipaparkan dalam jurnal ACS Sensors, dapat mempermudah akses terhadap pemeriksaan penyakit ini di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sumber daya medis.

Penyakit jantung rematik dapat terjadi setelah infeksi radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus yang tidak diobati, karena respons kekebalan tubuh merusak katup jantung. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di kalangan kaum muda di negara-negara berkembang.Teknologi baru tersebut menggunakan polimer untuk mendeteksi penanda penyakit dalam darah. Jika penanda tersebut terdeteksi, polimer akan memancarkan sinyal cahaya yang dapat diukur menggunakan peralatan laboratorium dasar.Para peneliti mengatakan teknologi tersebut juga dapat diadaptasi untuk mendeteksi penanda yang berkaitan dengan penyakit lain.