NADIKABAR.COM — Direktur Pusat Regional untuk Biologi Tropis Asia Tenggara (SEAMEO BIOTROP) Prof Dr Edi Santosa menyebutkan ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan membuat konservasi biodiversitas menjadi salah satu prioritas regional.

"Kondisi ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan membuat pemerintah dan masyarakat menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan dan polusi," kata Edi Santoso di Bogor, Selasa.

Ia menyebutkan Asia merupakan salah satu kawasan yang paling kaya secara biologis di dunia.

Meskipun Asia mencakup sekitar 30 persen wilayah dunia, kawasan ini memiliki hampir 20 persen biodiversitas dunia, termasuk sejumlah hotspot biodiversitas global.