"Mengambil keputusan secara sepihak hanya dari respons anak yang terlihat dalam pembebasan pelaku kekerasan seksual pada kasus ini sangat disayangkan, karena rentan mengabaikan pengalaman traumatis yang telah dialami anak di usia belia. Apalagi, paparan kekerasan seksual pada anak di usia yang sangat belia berisiko meningkatkan risiko trauma pada masa anak-anak (adverse childhood experiences/ACEs) yang memiliki dampak merugikan secara jangka panjang bagi perkembangan kognitif, sosial, dan fisik anak dalam proses tumbuhkembangnya," kata dia.
Natasya mengingatkan agar kasus pembebasan pelaku kekerasan seksual terhadap anak harus ditindaklanjuti sampai tuntas dengan memastikan adanya hukuman yang setimpal bagi pelaku dan menghadirkan perlindungan hak anak serta keluarga korban.
Selain itu, menurutnya, korban juga harus didampingi oleh profesional kesehatan untuk mencegah memburuknya kondisi psikologis korban setelah terpapar kekerasan seksual.