NADIKABAR.COM — Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bukti empiris manusia purba di Sulawesi menggunakan buah pinang sejak 25.000 tahun lalu sebagai obat untuk mengatasi sakit gigi.
Peneliti BRIN Fahri sekaligus Arkelog, menyampaikan melalui siaran persnya diterima, Senin, mengungkapkan, bahwa penyelidikan ini berawal dari analisis makroskopis dan mikroskopis terhadap bentuk serta kondisi gigi dari dua sampel individu manusia purba yang ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan.
"Jadi, dasar analisisnya kita itu sebenarnya dari analisis makroskopisnya. Jadi, sebelum kami masuk ke analisis mikroskopis, ada hasil pengamatan kasat mata dulu, termasuk pengamatan terhadap kondisi paleopatologinya," ungkap Fakhri.
Penelitian ini dimotivasi oleh sebuah keanehan anatomis yang nilai membingungkan para peneliti selama ekskavasi kerangka manusia purba yang ada di Sulawesi.
Sampel pertama dari Leang Bulu Bettue di Kabupaten Maros, diperkirakan hidup pada masa Pleistosen akhir antara 25.000 - 16.000 tahun lalu. Gigi dari individu ini menunjukkan pola keausan atau kerusakan melingkar (circumferential wear) yang sangat parah dan tidak biasa pada bagian oklusal geraham.