Hasilnya mengejutkan, analisis mendeteksi keberadaan arecoline, alkaloid utama yang terkandung dalam biji pinang (Areca catechu) dan bersifat psikoaktif sebagai stimulan sistem saraf pusat.
Peneliti Pusat Kolaborasi Riset Sulawesi Budianto Hakim menjelaskan, penemuan ini menempatkan pinang sebagai zat adiktif tertua yang pernah diketahui manusia sebelum era zat modern lainnya
"Jadi sebelum manusia mengenal kafein, sebelum mengenal nikotin, zat adiktif yang pertama yang memberi stimulan pada saraf itu, yang pertama tertua adalah pinang. Sekitar 25 ribu tahun yang lalu," tuturnya.
Percobaan lanjutan di laboratorium dengan mereplikasi rongga mulut membuktikan, mengisap buah pinang utuh bahkan tanpa dicampur serbuk kapur sirih seperti metode modern saat ini, sudah mampu melepaskan senyawa arecoline dalam jumlah yang cukup untuk memicu efek fisiologis nyata pada tubuh manusia.
"Adanya tradisi mengunyah pinang dari dua masa Pleistosen hingga era Toalean ini menunjukkan, mungkin saja mereka berasal dari satu leluhur yang sama, terus berlanjut, dari budaya melukis sampai ke budaya Toalean," kata Peneliti Teknologi Litik dan Industri Alat Batu Prasejarah Universitas Hasanuddin Suryatman menambahkan.