Hasilnya, iradiasi gamma dengan dosis 1-9 kGy bisa menekan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli hingga berada di bawah batas deteksi pengujian.

Dhita mengatakan iradiasi gamma bekerja melalui radiasi pengion yang bisa merusak materi genetik dan struktur sel mikroorganisme. Dengan begitu, kemampuan mikroorganisme untuk berkembang biak dapat terhambat.

"Namun, penelitian juga menemukan bahwa Bacillus cereus masih dapat terdeteksi pada perlakuan tertentu, termasuk pada dosis iradiasi tertinggi yang diuji," ujar Dhita.

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan kemampuan Bacillus cereus membentuk spora yang lebih tahan terhadap radiasi. Sebab itu, iradiasi gamma tetap perlu dikombinasikan dengan metode pengendalian lain, seperti penyimpanan pada suhu rendah, untuk menjaga keamanan pangan.

"Dari sisi masa simpan, pengamatan selama 50 hari memperlihatkan bahwa pertumbuhan jamur pada sampel tanpa iradiasi mulai terlihat pada hari ke-11. Sementara itu, pada sampel dengan dosis 9 kGy, pertumbuhan jamur baru terdeteksi pada rentang hari ke-32 hingga ke-50," tambahnya.

Dhita mengatakan dosis 5 kGy dan 7 kGy juga mampu memperpanjang masa simpan bakpia basah hingga lebih dari 30 hari dengan memperlambat pertumbuhan jamur secara signifikan. Dia menjelaskan dari hasil tersebut, kedua dosis ini menjadi pilihan untuk dikaji lebih lanjut dalam pengembangan teknologi pengawetan bakpia basah.