NADIKABAR.COM — Teknologi iradiasi gamma berpotensi memperpanjang masa simpan bakpia basah isi kacang hijau. Penelitian dosen Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menunjukkan teknologi ini mampu menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri dan memperlambat munculnya jamur.

Menariknya, perlakuan iradiasi gamma juga tidak menyebabkan perubahan signifikan pada kandungan protein dan karbohidrat bakpia basah.

Penelitian berjudul Mung Bean Bakpia Basah Preservation Using Gamma Irradiation Under Codex Alimentarius Commission (CAC) Standard: Effect on Vegetative Bacteria, Protein, Carbohydrate Content, and Shelf Life itu ditulis oleh Dhita Ariyanti, Alira Hasna, dan Auriela Samara. Artikel tersebut diterbitkan dalam Journal of Tekirdag Agricultural Faculty, Volume 23 Nomor 5, Oktober 2026.

Dhita menjelaskan bakpia basah memiliki masa simpan relatif singkat karena kandungan airnya cukup tinggi. Terutama pada bagian isian kacang hijau.

"Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan penurunan mutu dan meningkatkan risiko kontaminasi pangan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengawetan yang mampu memperpanjang masa simpan sekaligus mempertahankan kualitas produk," kata Dhita dikutip di situs BRIN, Sabtu (7/11/2026).

Dalam penelitian ini, tim menggunakan sumber radiasi gamma Kobalt-60 dengan enam variasi dosis, yakni 0, 1, 3, 5, 7, dan 9 kGy. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh iradiasi terhadap pertumbuhan bakteri, kadar air, kandungan protein, karbohidrat, serta perubahan fisik bakpia selama penyimpanan hingga 50 hari.