Dhita juga menjelaskan penelitian ini juga mengevaluasi perubahan komposisi nutrisi bakpia basah setelah perlakuan iradiasi gamma.
"Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tersebut menurunkan kadar air secara signifikan. Kadar air sampel tanpa iradiasi tercatat sebesar 31,32 %, sedangkan pada sampel yang diberi iradiasi berada pada kisaran 18,55-19,66 %," tandasnya.
Sedangkan, perubahan kandungan protein dan karbohidrat tak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada perbandingan perlakuan yang dianalisis.
Dhita mengatakan hasil ini mengindikasikan jika iradiasi gamma berpotensi memperpanjang masa simpan tanpa mengubah secara signifikan kedua komponen nutrisi tersebut dalam kondisi penelitian.
Penelitian ini sekaligus menunjukkan potensi pemanfaatan teknologi nuklir di sektor pangan, khususnya untuk meningkatkan daya simpan produk tradisional Indonesia. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengawetan sehingga produk pangan lokal berpeluang didistribusikan ke wilayah yang lebih luas.
"Meski demikian, penerapannya tetap memerlukan kajian lanjutan, terutama untuk memastikan pengendalian Bacillus cereus. Kesesuaian dosis dengan karakteristik produk, serta pemenuhan persyaratan keamanan pangan yang berlaku", pungkasnya.