NADIKABAR.COM — Rumah warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati diduga menjadi sasaran teror penembakan hingga kaca pintu bolong. Kuasa hukum dari pemilik rumah mengatakan peluru yang menyasar rumah itu belum ditemukan dan baru sebatas gotri yang diamankan.

Kuasa hukum pemilik rumah, Kristoni Duha, mengatakan ada perbedaan ukuran gotri dengan lubang di kaca pintu yang diduga menjadi sasaran tembak orang tidak dikenal (OTK). Dia menyebutkan diameter gotri dengan lubang di kaca pintu tidak sama alias berbeda.

"Ada perbedaan sebenarnya gotri dari ukuran dengan ukuran lubang kaca pintu itu memang berbeda ukuran," jelas Kristoni ditemui di Polresta Pati, Senin (31/8/2026).

Kristoni mengatakan bahwa peluru yang menembus kaca pintu rumah sampai sekarang belum ditemukan. Menurutnya peluru yang menembus kaca pintu rumah milik Yongki dan Sri Suryati diduga ikut tersapu dan dibuang ke sampah.

"Memang sampai sekarang yang ditemukan baru sebatas gotri. Tapi yang kita duga pelurunya belum kita temukan sampai hari ini," jelas dia.

"Kita nggak tahu belum ditemukan atau sempat disapu ke sampah entah ke mana, nanti akan dicari lagi," Kristoni melanjutkan.

Kuasa hukum juga membantah hasil olah tempat kejadian dari polisi yang menyebutkan dugaan tembakan dari dalam bukan dari luar. Menurutnya ada tekanan dugaan tembakan dari luar rumah yang mengenai kaca pintu bagian kiri.

"Kalau kita lihat itu tekanan dari luar bukan dari dalam, itu lihat sekali itu dari luar," jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan polisi masih mendalami kasus dugaan teror tersebut. Polisi memeriksa para saksi yakni pemilik rumah.

"Masih kita dalami dan minta keterangan dari para saksi, pemilik rumah," jelas Dika ditemui di Polresta Pati.

Dika mengatakan untuk memastikan penyebab bolongnya kaca itu polisi menunggu hasil laboratorium dari Polda Jawa Tengah.

"Hasilnya masih menunggu pemeriksaan dari labfor Polda Jawa Tengah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pemilik rumah, Yongki mengatakan beberapa tahun lalu memang pernah ada peluru nyasar ker rumahnya. Pelakunya adalah tetangga dan sudah diselesaikan saat itu.

"Dulu pernah kejadian waktu anak saya masih lajang, waktu itu anak-anak kumpul di rumah kemudian ada peluru nyasar 3 hari ke rumah. Langsung pelurunya diambil ditemui bersangkutan," kata Yongki ditemui di Pati, Sabtu (29/8).

"Katanya nggak sengaja 3 kali. Itu beberapa tahun yang lalu. Karena masih tetangga, dan tetangga pernah membantu bapak saya waktu meninggal dunia. Akhirnya kita abaikan," lanjut dia.

Kemudian terkait dengan keberadaan gotri, menurutnya memang banyak ditemui di rumahnya. Sebab keseharian di rumah tersebut tempat untuk bengkel kendaraan. Maka tidak heran jika ada banyak gotri ditemukan di lokasi.

"Makanya ditemukan banyak gotri di rumah. Kenapa kalau banyak gotri terus lubangnya hanya satu. Besarnya peluru sama lubang kaca yang pecah tidak sesuai besaran gotri," jelasnya.

Sebelumnya, Waka Polresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian disimpulkan ada perusakan diduga menggunakan gotri. Menurutnya ada kejanggalan karena gotri berasal dari dalam bukan luar rumah. Akan tetapi polisi perlu waktu untuk memastikan kejadian dugaan teror tersebut.

"Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri, arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi," ungkapnya saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).