"Dulu pernah kejadian waktu anak saya masih lajang, waktu itu anak-anak kumpul di rumah kemudian ada peluru nyasar 3 hari ke rumah. Langsung pelurunya diambil ditemui bersangkutan," kata Yongki ditemui di Pati, Sabtu (29/8).

"Katanya nggak sengaja 3 kali. Itu beberapa tahun yang lalu. Karena masih tetangga, dan tetangga pernah membantu bapak saya waktu meninggal dunia. Akhirnya kita abaikan," lanjut dia.

Kemudian terkait dengan keberadaan gotri, menurutnya memang banyak ditemui di rumahnya. Sebab keseharian di rumah tersebut tempat untuk bengkel kendaraan. Maka tidak heran jika ada banyak gotri ditemukan di lokasi.

"Makanya ditemukan banyak gotri di rumah. Kenapa kalau banyak gotri terus lubangnya hanya satu. Besarnya peluru sama lubang kaca yang pecah tidak sesuai besaran gotri," jelasnya.

Sebelumnya, Waka Polresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian disimpulkan ada perusakan diduga menggunakan gotri. Menurutnya ada kejanggalan karena gotri berasal dari dalam bukan luar rumah. Akan tetapi polisi perlu waktu untuk memastikan kejadian dugaan teror tersebut.

"Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri, arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi," ungkapnya saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).