"Memang penerimaan kita di atas perkiraan semula, dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate tarif pajaknya tidak naik, tidak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja pegawai (Ditjen) Pajak. Sekarang pajak sudah lebih baik kinerjanya, Bea Cukai juga sama. Makanya, saya bisa dapat angka penerimaan yang tinggi," jelasnya.
Selain itu, lanjut Menkeu, implementasi Coretax juga telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penerimaan. Meskipun sempat menghadapi berbagai kendala pada tahap awal implementasi, penyempurnaan yang terus dilakukan memungkinkan sistem dapat berjalan semakin baik.
Dari sisi belanja, menurut Menkeu, pemerintah terus memastikan agar APBN digunakan secara efektif untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, akan mengendalikan belanja yang tidak diperlukan dan mengalihkannya untuk belanja yang lebih produktif. Pada saat yang sama, APBN juga tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber, termasuk melalui subsidi untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia.
"Kita kendalikan belanja-belanja yang tidak perlu dan kita arahkan untuk belanja yang produktif. Sementara itu, daya beli masyarakat tetap kita jaga, termasuk dengan menyerap dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi," ujar Menkeu.