"Air hasil penyaringan dapat langsung disalurkan ke rumah-rumah melalui infrastruktur distribusi yang sudah ada tanpa harus membangun dari nol," kata Agustina dalam laman UGM dikutip Kamis (20/8/2026).
Sebelum pemasangan filter, tim telah melakukan uji laboratorium diLabkesmas Kesehatan LingkunganSalatiga meliputi uji E.coli, ujicoliform, uji fisika air, dan uji kimia air.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa air hasil penyaringan benar-benar sudah layak dikonsumsi, bukan hanya terlihat bersih secara kasat mata saja," jelasnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Ngablak Akara, Dr. Ir. Endy Triyannanto, mengapresiasi dedikasi mahasiswa dalam inovasi ini. Ia menyampaikan program ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan sains dan teknologi untuk menjawab permasalahan masyarakat.