"Sinergi yang terjalin tim redaksi mahasiswa, warga, dan pemerintah desa menjadi bukti bahwa sains hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat," ujarnya.

Kepala Desa Jogonayan, Tumarno, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas solusi inovatif yang kini menjadi andalan warga saat kemarau.

"Kami tidak pernah terpikirkan bahwa air belerang ini dapat diolah dengan cara tertentu sehingga bermanfaat untuk rumah tangga. Kami sangat bersyukur akan inovasi yang dilakukan tim KKN UGM ini," ungkapnya.