NADIKABAR.COM — Kasus dugaan penyebaran foto cabul hasil editan teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN Veteran Jawa Timur terus diusut. Ada dugaan bahwa foto-foto itu dijual oleh pelaku melalui aplikasi percakapan Telegram.
Pihak kampus UPN Veteran Jatim mengungkapkan bahwa terduga pelaku telah mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa aksinya itu murni didorong rasa iseng dan tidak menjualnya ke Telegram.
Humas UPN Veteran Jatim, Nizwan Amin mengatakan bahwa terduga pelaku telah dimintai keterangan oleh tim kampus dan mengakui perbuatan yang sebenarnya telah dilakukan sejak April. Menurut pengakuan pelaku kepada pihak kampus, aksi nekat itu bermula dari keisengan memanfaatkan teknologi baru yang sedang marak.
"Soalnya motifnya ya iseng sebenarnya dia ini. Enggak ada motif lanjutan gitu, enggak ada. Pure murni iseng, istilahnya mahasiswa anggur, dikasih teknologi baru, akhirnya iseng," ujar Nizwan saat dihubungi NadiKabar, Kamis (20/8/2026).