"Bapak ada, sudah terlihat babak belur juga, tapi dilewat, nggak saya tanya," kata Ayi.
Ketegangan memuncak saat Ayi membentak korban. Duel fisik pun tak terhindarkan setelah adu mulut singkat.
"Saya langsung ngomong, "naha sia neunggeul bapa aing?" (mengapa kamu memukul bapak saya). Nah dia menjawab "cicinglah, cicing" (diam). Saya ngomong lagi "nangtunglah gelut jeung aing" (berdirilah, berkelahi sama saya), langsung bukbek (baku hantam)," papar Ayi.
Perkelahian tangan kosong sempat terjadi sebelum akhirnya korban masuk ke dalam rumah. Khawatir korban mengambil senjata tajam, Ayi kembali ke motornya untuk mengambil golok.
"Terus korban masuk rumah, nggak tahu mau ngambil apa, takutnya dia mau bawa pisau. Saya balik ke motor ambil golok," kata Ayi.
Keduanya kembali berhadapan. Pada awalnya, Ayi mengaku masih berusaha menahan diri dengan menggunakan bagian tumpul golok saat menebas pinggang korban.
"Pertama saya masih inget (sadar akan bahaya) tebasan pertama pakai bagian tumpulnya kena ke pinggang korban," kata Ayi.
Situasi semakin liar ketika korban memberikan perlawanan dengan melemparkan tanah ke wajah Ayi dan menggunakan dahan kelapa kering (barangbang) sebagai senjata.