NADIKABAR.COM β€” Pengamat politik Arfianto Purbolaksono menilai masyarakat perlu memberikan kesempatan kepada pejabat yang baru dilantik, seperti Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.

"Pejabat yang baru dilantik ini tentunya belum melakukan pekerjaan apa pun dan kita tentunya harus objektif juga menilai. Penilaian itu harus dilakukan ketika pejabat yang dilantik telah melakukan pekerjaan dengan rentang waktu periode tertentu nantinya, kan gitu kan," kata Arfianto atau Anto di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kinerja Kepala-Wakil Kepala Bakom baru bisa dinilai setelah yang bersangkutan bekerja tiga bulan.

Dia menilai bahwa rentang waktu tiga bulan itu merupakan ukuran yang tepat untuk menilai apakah amanah yang diemban Kepala-Wakil Kepala Bakom itu apakah sudah sesuai tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi).

"Kita belum bisa menilai kinerja seseorang, apalagi baru dilantik. Jadi mungkin memang ada intensi sentimen negatif tapi itu tentunya bukan berarti ditujukan untuk ke pejabat yang baru dilantik," ujarnya.

Selain itu, Anto menilai posisi Bakom sangat strategis, salah satunya untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat guna membangun kepercayaan publik.

Menurut dia, Bakom sebagai penyambung informasi tidak hanya bertugas untuk menyosialisasikan program-program pemerintah, tetapi juga membangun kepercayaan publik kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

β€œBukan hanya menginfokan, tapi juga memberikan penjelasan terkait apa yang telah dilakukan pemerintah sehingga masyarakat terbangun kepercayaannya,” katanya.

Selain itu menurut dia, Bakom harus dapat lebih merangkul dan membangun komunikasi agar pihak yang berbeda suara juga dapat mengetahui mengenai kinerja pemerintahan.

Lebih lanjut, Anto mendorong Kepala Bakom yang baru dilantik, Syahganda Nainggolan, untuk lebih banyak hadir secara langsung di tengah masyarakat agar kinerja program pemerintah dapat terjelaskan dengan baik.

β€œSaat ini memang di media sosial sangat tinggi, tapi kita juga butuh Kepala Bakom yang baru juga hadir di ruang-ruang diskusi, apakah itu di televisi, di radio, di ruang diskusi secara offline supaya benar-benar terjelaskan,” katanya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (4/10) memanggil Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono membahas penguatan peran Bakom RI dan membangun komunikasi lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Bakom dalam menyampaikan program pemerintah, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat. Turut dibahas pula peran Bakom untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Presiden Prabowo dalam kesempatan itu menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana.

Dia menekankan bahwa Bakom bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan.

Presiden juga mengingatkan agar Bakom tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden.