Menanggapi fenomena tersebut, Putra memandang penerapan pembangkit listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) yang dapat menjadi cadangan akan bervariasi di daerah yang berbeda.
“PLTB (pembangkit listrik tenaga bayu) akan potensial di daerah dengan potensi angin tinggi, seperti di Sulsel atau NTT (Nusa Tenggara Timur),” ujar Putra.
Kemudian, lanjut dia, penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) berpotensi dilakukan di berbagai wilayah, terlebih di wilayah dengan ketersediaan lahan yang luas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan segera merevisi aturan untuk memberikan insentif pajak terhadap pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).