"Menurut saya, kebijakan pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada pengendalian inflasi atau pemberian stimulus konsumsi yang sifatnya sementara, namun yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja formal dengan pendapatan yang lebih baik," katanya.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej itu berharap pemerintah juga perlu terus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok serta mengevaluasi beban perpajakan yang ditanggung kelas menengah.
"Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras agar stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa terlalu membebani aktivitas konsumsi dan dunia usaha," ujarnya.