Menurut dia, tindakan tersebut lebih tepat dipahami sebagai inisiatif personal Teddy dalam mengatur situasi di sekitar Presiden, bukan tindakan berdasarkan kewenangan formal sebagai Sekretaris Kabinet.

"Artinya, karena Teddy melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden, kemudian secara inisiatif dan personal mengatur siapa yang boleh ada di ruangan bersama Presiden, siapa yang harus didahulukan, dan lain-lain, itu saya kira adalah inisiatif personal Teddy sebagai orang dekat Presiden, bukan inisiatif Teddy sebagai Seskab," kata Dedi.

Sebelumnya, potongan video Teddy saat mendampingi Presiden Prabowo dalam perjalanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ramai diperbincangkan di media sosial.

Klarifikasi yang disampaikan pihak Seskab menyebut pengaturan posisi di dalam gerbong dilakukan untuk memberikan jalan kepada pengguna kursi roda agar dapat berada lebih dekat dan berbincang dengan Presiden.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin yang berada dalam rombongan tersebut juga telah memberikan penjelasan bahwa perpindahan dilakukan dalam konteks pengaturan kapasitas gerbong, bukan perselisihan.