"Memerangi ideologi transnasional dan meneguhkan Pancasila dilakukan bukan dengan membangun kebencian baru, melainkan dengan memperkuat dialog, literasi, dan kesadaran kebangsaan. Ini baru luar biasa," ucapnya.
Menurut Amir, Hari Kesaktian Pancasila semestinya menjadi momentum untuk merefleksikan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara.
"Indonesia ini bangsa yang sangat majemuk, kita membutuhkan titik temu yang memungkinkan perbedaan itu tetap hidup tanpa berubah menjadi konflik. Itulah semangat pluralitas yang dijunjung tinggi oleh para pahlawan kita," ungkapnya.
Ia menyerukan agar masyarakat terus memahami dan mengkaji relevansi Pancasila melalui praktik kehidupan sehari-hari.
"Pancasila harus terus dipahami, dikaji, dan dibuktikan relevansinya melalui praktik kehidupan masyarakat. Ukuran kekuatan Pancasila itu bukan sekadar seberapa sering kita mengucapkannya atau mengikrarkannya, melainkan seberapa jauh nilai-nilai tersebut mampu menjawab persoalan nyata bagi bangsa ini," ujarnya.