NADIKABAR.COM — Rencana soft launching operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Oktober perlu disertai kesiapan bisnis, menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet.
Yusuf, saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan penyelesaian pembangunan fisik belum otomatis menunjukkan koperasi siap menjalankan kegiatan usaha.
Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan aspek administratif dan pengelolaan KDKMP telah selesai sebelum koperasi mulai beroperasi sebagai entitas bisnis.
Adapun pemerintah sebelumnya menyebut sekitar 23 ribu unit KDKMP telah menyelesaikan pembangunan, dengan sekitar 17 ribu di antaranya sedang dalam proses verifikasi dan validasi.
"Yang perlu dilihat bukan hanya apakah gerai sudah berdiri, tetapi apakah asetnya sudah jelas, siapa yang bertanggung jawab atas operasional, dari mana modal kerjanya, apa yang dijual, siapa pembelinya, dan berapa besar transaksi yang dibutuhkan untuk menutup biaya," ucap Yusuf.
Menurut dia, kesiapan tersebut penting karena tingkat kesiapan masing-masing koperasi kemungkinan tidak seragam.
Ia menambahkan koperasi yang belum memiliki manajer, modal kerja, pemasok, dan pembeli yang jelas belum memiliki dasar yang cukup untuk menjalankan usaha secara penuh.
Menurutnya, apabila aspek tersebut belum siap, pembukaan gerai justru berisiko menciptakan biaya tetap di tingkat koperasi dan desa, seperti gaji, listrik, pemeliharaan, dan kendaraan, sementara pendapatannya belum terbentuk.
Ia menilai pemerintah perlu membedakan antara kesiapan fisik, kelembagaan, dan komersial agar pembukaan gerai tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi awal dari kegiatan usaha yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan mulai melakukan soft launching operasional pada Oktober 2026.
Dalam Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II di Jakarta, Senin (21/9), Ferry mengatakan operasional KDKMP dapat dimulai setelah Peraturan Presiden tentang tata kelola operasional KDKMP ditandatangani Presiden.
Namun, dia belum menyebutkan jumlah KDKMP yang akan dilakukan soft launching tersebut.