Dirinya menambahkan, keseruan perlombaan tahun ini juga semakin istimewa berkat pengakuan resmi World Athletics Road Race Label 2026 yang disematkan pada kategori Half Marathon. Standar internasional tersebut memberikan jaminan mutu lintasan yang presisi, steril, dan kompetitif bagi seluruh peserta, mulai dari pelari rekreasional hingga atlet profesional. Kontur rute kawasan BSD yang relatif datar juga sangat ideal untuk memburu rekor waktu pribadi (personal best).
“Secara garis besar, seluruh rute untuk kategori MCI 5K, Star Energy Geothermal 10K, dan Half Marathon sudah diukur secara akurat. Jadi, bagi teman-teman runners yang ingin mengejar personal best, rutenya sudah dipersiapkan dengan baik. Khusus untuk kategori Half Marathon, tahun ini kami sudah mendapatkan label dari World Athletics,” jelas Gregorius.
Selain mengukur elevasi lintasan, lanjut Gregorius, pihak penyelenggara juga memberlakukan batas waktu ketat melalui Cut-Off Point (COP) dan Cut-Off Time (COT) demi keselamatan dan ketertiban seluruh peserta.
“Untuk cut-off point kategori Half Marathon, kami menetapkannya di kilometer 12 dengan batas waktu 120 menit. Waktu tersebut dihitung dari sejak pelari terakhir mulai berlari. Sementara itu, untuk cut-off time secara keseluruhan adalah empat jam,” ungkap Gregorius.
Dalam penyelenggaraan kali ini, kenyamanan pelari juga diperkuat dengan penyiagaan fasilitas mitigasi cuaca, mencakup water station di setiap dua kilometer, area pendingin water mist, hingga 13 tenda medis satelit di sepanjang jalur.
"Kami mengimbau seluruh peserta dapat mengoptimalkan sarana hidrasi yang tersedia dan segera berkomunikasi dengan tim medis jika mengalami kendala fisik di lintasan," ujar Gregorius.