Sebagai gambaran historis ketenagakerjaan nasional, TPT sempat mengalami lonjakan signifikan pada 2005 hingga mencapai 11,24%. Kondisi tersebut terjadi di tengah lesunya penyerapan tenaga kerja dan tekanan ekonomi domestik. TPT juga meningkat menjadi 7,07% pada 2020 saat pandemi COVID-19.
Tren penurunan hingga mencapai 4,65% pada 2026 menunjukkan perbaikan indikator ketenagakerjaan seiring dengan pemulihan ekonomi dan daya saing industri nasional.
"Pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri. Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," pungkas Haryo.